MASYARAKAT DAN AGAMA

30 March 2012

Tatanan-tatanan yang dibangun dalam kerangka sosialisasi sebuah masyarakat adalah dengan suatu sistem yang berkaitan dengan interaksi sejumlah peranan komponen-komponen dalam sebuah kultur budaya tertentu. Dan akan sangat sulit untuk mengatakan bahwa salah satu aspek tertentu, agama misalnya, dianggap memiliki peranan dan respon yang paling berpengaruh. Karena pada dasarnya proses perkembangan peradaban yang berlangsung dalam sistem sosial adalah sangat kompleks. Oleh karena itu, dalam menghadapi proses peradaban tersebut mewujudkan eksistensi manusia seutuhnya. Yang dalam Islam hal tersebut dilandasi oleh pemikiran-pemikiran tentang tauhid, rububiyah, khilafah dan tazkiyah.  Dan dalam proses perubahan tersebut, pembidangan-pembidangan institusi semacam inilah yang ditempati oleh agama sebagai salah satu kepercayaan yang nilai-nilai dan praktek-praktek keagamaannya memiliki pengaruh langsung terhadap tingkah laku sosial masyarakat.

Berbagai pertimbangan untuk kembali menekankan prinsip-prinsip dasar tersebut disebabkan karena al-Qur’an sebagai sumber konstitusi Islam tertinggi masih memiliki kerumitan dari berbagai isi, fungsi, tujuan dan beberapa kejadian-kejadian yang disebut di dalamnya. Sehingga dengan kerumitan-kerumitan inilah sebuah peradaban akan berjalan sesuai dengan kondisi kultur dan budaya yang berlaku, yang tidak dapat dijamin ke mana arah dan tujuannya. Dengan demikian, nilai-nilai kemanusiaan yang diberikan Nabi saw pada saat menjelang akhir dari masa risalahnya bertujuan untuk memberikan standar asasi dari pembentukan sebuah masyarakat islami. Tanpa terlepas dari kebebasan sebagai pengelola bumi sebagaimana firman Allah : (QS. al Baqarah (2) : 30).

Dalam pengelolaan peradaban tersebut, manusia memiliki sikap untuk selalu berintegrasi dengan problematika-problematika sosial yang nyata. Sehingga pada taraf proses pembentukan sebuah peradaban yang layak disebut sebagai peradaban islami, nilai-nilai keagamaan tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Oleh karena itu dengan basis ketakwaan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk solidaritas kemanusiaan permasalahan-permasalahan yang berhubungan langsung dengan sosial kemasyarakatan ini dapat dibaca dan difahami. Sedangkan dengan kearifan Tuhan, manusia akan dapat memahami dan mengontrol peradabannya.

Sejalan dengan berbagai fenomena yang berkembang sebagaimana tersebut di atas, dapat dikatakn kembali bahwa corak dan visi keagamaan yang seharusnya berlaku dalam sebuah masyarakat adalah bahwa agama tidak hanya bersemangat membangun sebuah istana di akherat, melainkan dapat difungiskan sebagai motivator dalam proses pembebasan dan penyelamatan. Baik individu maupun sosial, di dunia dan akherat.

Sehubungan dengan cara pandang seperti ini, jarak antara agama dan berbagai  permasalahan yang terjadi dalam sebuah masyarakat haruslah tetap dijaga dan dipertahankan. Sebab sebuah masyarakat akan terus berkembang menjadi peradaban modern yang dapat melahirkan kemungkinan-kemungkinan untuk terjebak dalam persaingan struktur antar kepentingan.