18 Juni 2019

Shame#1

Bajingan kamu ya…
Kau minum darah yg mengalir di tubuhmu
Lalu kau muntahkan, lalu kau telan lagi
Kau sayatsayat daging yang mengempal di tubuhmu
Lalu kau obati, lalu kau cincangcincang lagi
Kau lukai hati yang tak berperasa di dalam tubuhmu
Lalu kau tangisi, lalu kau sakiti lagi
Kau tampartampar wajah yang tak bermuka di kepalamu
Lalu kau seka air matamu, lalu kau dera lagi

Bangsat kamu ya…
Kau usir hati dan jiwamu
Kau buang sukma dan rasamu
Ketika patuhmu tak pernah kau berikan
Ketika sujudmu tak lagi kau lakukan

Dasar kau ya…
Seperti katakata yang tak lagi mampu menerjemahkan kesejatian cinta
Maka,
Dasar kau ya…
Seperti katakata yang tak lagi mampu mengatakan kepalsuan cinta

Kau:
Ampunilah aku

Shame#2

Maafkan anakmu, ibu
Berlaku tentang waktu yang lebih atas rindumu

Maafkan anakmu, ibu
Berkata tentang cinta yang mendua atas setiamu

Maafkan anakmu, ibu
Berpikir tentang uang yang menghargai atas luangmu

Maafkan anakmu, ibu
Berniat tentang tempat yang menghindar atas nikmatmu

Maafkan anakmu, ibu

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: